Tampilkan postingan dengan label Cucak Ijo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cucak Ijo. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Agustus 2017

Tips Membedakan Burung Cucak Ijo Jantan dan Betina Trotolan

Burung cucak ijo trotolan maupun yang sudah berakal balig cukup akal memang agak sulit untuk dibedakan jenisnya, terkecuali bagi para kicau master mungkin untuk mengetahui cucak ijo jantan dan betina tidak terlampau sulit alasannya yaitu dapat diketahui hanya dengan melihat karakteristik burung tersebut.

Tips Membedakan Burung Cucak Ijo Jantan dan Betina Trotolan
Burung ucak ijo jantan berakal balig cukup akal memiliki ciri yang menonjol yaitu pada dagu dan tenggorokannya terdapat bulu berwarna hitam, sedangkan pada burung cucak ijo betina berakal balig cukup akal hanya ada bulu berwarna hijau pada dagu dan tenggorokannya. Berbeda dengan cucak ijo trotolan yang berumur sekitar 2-4 bulan, bentuk fisik cucak ijo jantan dan betina hampir sama serta warna bulunya sama yakni hijau muda.

Bagi pemula tentunya akan sedikit sulit untuk membedakan burung cucak ijo jantan dan betina trotolan, alasannya yaitu secara kasat mata keduanya hampir mirip. Nah berikut yaitu tips untuk membedakan burung cucak ijo jantan dan betina trotolan yang kami himpun dari kicau master.
  • Trotolan burung cucak ijo jantan yang masih dibawah usia 4 bulan, memiliki warna kuning pada alis yang melingkar di kedua di matanya, atau terlihat ibarat sedang memakai kacamata kuning. Sedangkan untuk cucak ijo betina trotolan, warna alisnya lebih terlihat berwarna putih.
  • Warna paruh bab bawah pada burung cucak ijo jantan trotolan, berwarna coklat renta yang cukup jelas, sedangkan pada burung cucak ijo betina trotolan, paruh berwarna putih. 
  • Khusus untuk trotolan cucak ijo yang berumur 4-6 bulan, di leher betinanya terdapat warna kuning, yang lama kelamaan akan bermetamorfosis warna putih kehijauan. Sedangkan untuk cucak ijo jantan trotolan, warna kuningnya akan dipenuhi trotol-trotol berwarna hitam. Dan pada dua bulan berikutnya, warna hitam tersebut akan terlihat semakin terang pada bab leher/bawah paruh. Semakin usia burung bertambah maka warna hitam tersebut akan semakin menutup leher hingga ke bab bawah mata.

Sumber http://merawat-burung.blogspot.com

Senin, 14 Agustus 2017

Tips Mengatasi Burung Cucak Ijo Yang Over Birahi

Pada burung cucak ijo yang masih muda, biasanya sering terjadi permasalahan over birahi. Hal demikian bahwasanya termasuk wajar, lantaran pada masa itu burung sudah memasuki masa puber. Cucak ijo yang over birahi dapat terjadi sebab burung tidak dapat melampiaskan hasratnya (tidak pasangan), sehingga burung menjadi gusar dan malas bunyi.

Baca juga:  Anis Merah yang Over Birahi.

Buat yang sedang mengalami permasalahan burung cucak ijo over birahi, berikut tips para master kicauan dalam mengatasi burung cucak ijo yang over birahi.
    Burung Cucak Ijo Over Birahi
  • Tempatkan burung cucak ijo dalam situasi yang damai artinya tidak dalam kondisi bising (tempat yang terlindung dari keramaian). Misalnya dari benda-benda dengan warna mencolok atau dari burung kicauan jenis lainnya. Intinya, burung cucak ijo yang over birahi benar-benar sendiri (terasing).
  • Kurangi derma pakan serangga pada cucak hijau. Jika biasanya Anda menunjukkan pakan jangkrik, maka kurangi menjadi 1-2 ekor jangkrik saja setiap harinya (jangan lebih). Untuk pakan buah, tetap harus diberikan, namun pilihlah buah yang sifatnya menunjukkan ketenangan menyerupai belimbing atau pepaya. Kalau mau lebih maknyus lagi, dikala derma pakan burung ditempatkan di kandang umbaran sehingga burung lebih bebas dan tidak stres.
Satu hal yang harus Anda ingat untuk mengatasi burung cucak ijo yang over birahi ini yakni selama dari masa perawatan jangan pernah burung keluar dari karantina menyerupai diikut sertakan dalam lomba ataupun latber. Karena pada itu burung cucak ijo benar-benar membutuhkan ketenangan.

Jika perawatan tersebut rutin dilakukan, 7-10 hari biasanya sudah menunjukkan hasil yang cukup cantik dan akan terdengar lagi suara kicau burung cucak ijo kesayangan Anda.
Sumber http://merawat-burung.blogspot.com

Minggu, 13 Agustus 2017

Ramuan Tradisional Untuk Merawat Burung Cucak Ijo

Setiap jenis burung kicauan pastinya memerlukan cara-cara tersendiri dalam perawatannya. Jika sekarang untuk merawat burung cucak ijo yang sedang sakit atau dilema lainnya, Anda mampu mendapatkannya secara instan lewat obat-obatan yang banyak dijual di toko-toko penjual burung. Dahulu saat obat-obatan modern belum ditemukan orang-orang punya cara-cara berupa ramuan tradional yang memang sudah terbukti manjur tanpa perlu keluar banyak biaya. Bahkan hingga kini, ramuan tersebut masih digunakan oleh sebagian kicaumania untuk merawat burung cucak ijo gacoannya.

Ramuan Tradisional Merawat Burung Cucak Ijo

Nah, ingin tau menyerupai apa perawatan yang menggunakan ramuan tradisional untuk cucak ijo ini? Silahkan simak ulasan dibawah ini!

1. Mengatasi burung cucak ijo kurang gacor

Bagi Anda yang mengalami dilema ini, jangan takut, ada ramuan tradisional yang mampu Anda gunakan semoga cucak ijo Anda gacor. Caranya, masukan kawasan minuman yang berisi madu kedalam sangkar. Oleskan madu pada pisang yang akan diberikan pada burung dan berikan EF jangkrik 1 ekor pagi dan sore hari (*buang kepala jangkrik, kemudian masukan jahe seukuran voer kedalam badan jangkrik).

2. Menjernihkan bunyi cucak ijo

Jika burung cucak ijo Anda mengalami dilema serak, dan ingin mengembalikan suaranya semoga terdengar jernih, cobalah menggunakan ramuan tradisional ini. Caranya, berikan air teh yang tidak terlalu manis dan campurkan air perasan jeruk nipis (cukup setengah potong jeruk nipis) sebagai pengganti air minum. Lakukan dukungan air minum ini paling tidak 2 kali dalam seminggu dan lihat alhasil pada ahad ke-6.

3. Agar kesehatan cucak ijo tetap terjaga

Jahe, kunyit dan kencur selain bermanfaat untuk insan ternyata juga bermanfaat untuk burung cucak ijo. Ramuan tradisional dari ketiga bumbu dapur ini bermanfaat untuk menjaga kondisi burung tetap fit dan rajin berkicau. Cara meramunya, sediakan jahe, kunyit, dan kencur *masing-masing cukup 1 ruas/buah. Kemudian semua materi tersebut diparut dan diperas airnya. Air perasan tersebut anda campurkan kedalam kawasan minum burung. (*jika burung tidak mau minum, ambil kawasan makan, minum, dan pisang selama penjemuran. Setelah proses penjemuran simpulan gres kemudian masukan kawasan minum yang sudah dicampurkan air perasan tersebut, biasanya burung akan pribadi meminumnya). Lakukan dukungan ramuan tradisional ini minimal 1 bulan sekali.

4. Antiseptic untuk sangkar

Kotoran burung pada sangkar dapat mengundang pertumbuhan kuman dengan cepat, selain berbahaya untuk kesehatan burung cucak ijo itu sendiri, kuman ini juga mampu berbahaya untuk kesehatan kicaumania. Nah, untuk mematikan kuman yang ada di sangkar sebab kotoran burung, silahkan gunakan ramuan berikut ini. Caranya, siapkan sprayer/semprotan dan 1 batang rokok. Buka bungkus rokok dan ambil isinya, kemudian rendam dalam wadah yang berisi air kurang lebih 1 liter selama satu hari. Air rendaman rokok dimasukan kedalam sprayer, lalu gunakan untuk menyemprot kandang/sangkar sesudah kotoran dibersihkan terlebih dahulu. Setelah disemprot kemudian bilas sangkar dengan air biasa hingga aroma tembakau hilang. Lakukan penyemprotan air tembakau tersebut minimal 2 ahad sekali.

5. Menghilangkan kutu pada burung cucak ijo

Bulu burung, memang sangat rentan terhadap serangan kutu. Jika hal tersebut tidak diatasi maka efek negatifnya yaitu burung cucak ijo jadi macet bunyi bahkan tak mau lagi berkicau. Agar hal tersebut tidak terjadi pada cucak ijo Anda, silahkan buat ramuan berikut ini. Caranya, siapkan kapur sirih (1 sendok), daun sirih (6-10 lembar), dan sprayer. Selanjutnya rebus daun sirih dan kapur sirih dalam wadah berisi 2 liter air hingga mendidih. Setelah simpulan direbus, biarkan hingga dingin. Setelah air rebusan dingin, masukan kedalam sprayer dan gunakan untuk menyemprot burung yang terkena kutu hingga lembap bulu-bulunya. Kemudian angin-anginkan burung hingga bulu-bulunya agak sedikit mengering dan selanjutnya burung disemprot dengan air biasa hingga lembap kuyup, lalu diangin-anginkan kembali hingga kering gres kemudian dikerodong. Proses pengobatan kutu ini mampu dilakukan 2 hari sekali pada waktu  pagi dan sore hari.

6. Ramuan tradisional untuk pakan perhiasan (EF) cucak ijo

Tak perlu keluar biaya mahal untuk membuat pakan perhiasan (ef) burung cucak ijo. Yang perlu Anda lakukan yaitu sediakan 1 putih telur, 2 sendok kroto bersih, 1 apel merah yang sudah dihaluskan. Kemudian campurkan semua materi dan aduk hingga merata, selanjutnya siapkan wadah yang kedap udara (bisa menggunakan toples plastik) kemudian olesi minyak goreng. Masukan ramuan kedalam wadah tadi, lalu taruh di kulkas. Berikan ramuan tersebut 1 sendok teh setelah burung dijemur. Ramuan yang disimpan dalam kulkas mampu bertahan kurang lebih selama 6-8 hari, kalau ramuan sudah berbau tidak sedap sebaiknya jangan diberikan.

Itulah beberapa ramuan tradisional yang mampu Anda berikut untuk merawat burung cucak ijo kesayangan Anda. Selain itu ramuan tersebut juga tidak hanya dapat diberikan pada burung cucak ijo saja, melainkan juga dapat diberikan untuk banyak sekali jenis burung kicauan lainnya.
Sumber http://merawat-burung.blogspot.com